Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Desember 2010

Anekdot ~ Lowongan Kerja....Dicari Orang Bodoh

1 Votes
Quantcast
Ketika Anda membaca iklan lowongan kerja di koran, sedang iseng maupun sedang serius, Anda pasti melihat kata-kata yang tipikal. IPK biasanya di atas 2,75 bahkan ada yang minta di atas 3. Semua orang yang memiliki nilai IPK setinggi itu akan bisa mendaftarkan diri pada lowongan kerja itu. Alasan untuk tidak melamar pekerjaan, paling hanya karena bidang pengetahuan tidak cocok atau lokasi kerja yang tidak disukai. Itu berarti yang dicari adalah orang dengan IPK tinggi. Itu berarti yang dicari adalah orang yang cukup pintar.
Sekarang mari kita tidak membatasi istilah pintar hanya di atas 2,75 sehingga kita tidak perlu menyatakan bahwa semua orang yang mendapatkan IPK di bawah 2,75 sebagai orang bodoh. Tetapi sering sekali kan ada orang pintar yang menyatakan, sekalipun dalam hati, bahwa ada orang lain yang dia katakan orang bodoh? Nah, bayangkan Anda membuat iklan lowongan kerja di koran: mencari orang bodoh. Apakah ada orang yang akan melamar?
Saya rasanya yakin sekali tidak ada orang yang akan menjawab iklan lowongan kerja tersebut. Mengapa ya? Karena tidak ada orang yang ingin dibilang bodoh. Tidak ada orang yang merasa bodoh. Sehingga iklan lowongan kerja Anda akan sepi pelamar. Kalau demikian, mengapa sering kali ada orang yang menyatakan “pantas saja saya tidak dapat pekerjaan, karena saya kan bodoh” (atau dengan kata lain yang lebih halus seperti: saya kan tidak terlalu berpendidikan, pengetahuan saya kan kurang).
Toh pada kenyataannya, ketika secara resmi ada kesempatan untuk mengakui bodoh, tidak ada yang melamar. Pertama, mungkin banyak yang mengira bahwa iklan tersebut salah tulis (tetapi apa mungkin salah tulis kata: bodoh?). Ke dua, sangat tidak mungkin ada yang mau mengaku secara terbuka bahwa dirinya bodoh. Atau bahkan Anda bukan yang memberi lowongan kerja, tetapi membaca satu lowongan kerja diiklankan. Apakah Anda akan melamar bila yang dicari oleh pemberi kerja adalah orang bodoh? Wah, mana mungkin.
Iya, dong. Betapa menariknya fasilitas, gaji atau apapun yang ditawarkan lowongan kerja itu, saya yakin Anda tidak akan melamar, bila syarat yang diminta hanya: bodoh! Mengapa begitu yakin? Oh ya tentu saja. Sebaik apapun fasilitas dan gaji yang ditawarkan, beranikah Anda mengaku bahwa Anda bodoh? Tidak? Anda tidak berani mengaku bodoh? Itulah masalahnya. Anda bukan tidak berani mengaku, karena Anda sebenarnya tidak mau dikatakan bodoh.
Tetapi apakah Anda bodoh? Tidak. Anda cerdas. Sangat cerdas, karena Anda berhasil masuk ke situs ini, kan? Anda berhasil membaca lengkap tulisan ini kan? Jadi Anda sangat cerdas. Justru saya yang bingung sekarang, mengapa Anda seringkali terlalu merendah dengan mengatakan pengetahuan Anda tidak baik, bahwa kepintaran Anda masih rendah, atau kata-kata seperti itu. Jelas-jelas Anda tidak bodoh, bahkan tidak mau dibilang bodoh, sehingga tidak mau melamar pekerjaan pada perusahaan yang mencari orang bodoh.
Benarkah Anda memang ingin menjadi semakin rendah? Kalau tidak demikian maka tidak ada gunanya untuk terlalu merendah. Ketika Anda dipuji, mengapa tidak berterima kasih saja. Sehingga tidak berkesan sombong. Tetapi merendah terlalu berlebihan malam menjadi masalah baru bagi Anda. Sadarkah Anda bahwa apapun yang keluar dari mulut Anda, dapat menjadi doa? Jadi sekarang Anda sudah percaya bahwa Anda cerdas?
Oke, Anda tidak perlu melamar bila ada perusahaan mencari orang bodoh. Berarti Anda harusnya tidak mungkin kalah dong dalam kompetisi mendapatkan lowongan kerja tersebut? Tidak, Anda sama sekali tidak bodoh. Hanya saja Anda tidak percaya bahwa seberapa cerdaspun Anda, selalu masih ada ruang, masih ada kesempatan untuk meningkatkan kecerdasan, kemampuan dan pengetahuan Anda.Memang ada yang tidak percaya bahwa masih perlu menambah kecerdasan dan kemampuan serta pengetahuan? Wah itu kan kata Anda.
Di sekitar kita, ternyata ada yang seperti itu. Iya sih, saya sadar, tapi bagaimana cara meningkatkan kecerdasan, kemampuan, pengetahuan? Caranya tidak terlalu sulit, hanya pelaksanaannya yang seringkali dianggap sulit: Buku. Mengapa sulit? Sebagian besar orang lebih suka melihat tulisan di antara gambar, seperti di majalah dan tabloid, dibanding satu gambar di antara rimba huruf seperti buku. Lebih seru lagi karena beberapa teman saya justru menjadikan buku sebagai obat tidur. Hebat ya?
Kalau dia sulit tidur, maka dia ambil buku, baru baca satu baris, sudah tidur. Sangat mujarab. Tetapi ironi sekali bagi Anda yang ingin menjadi lebih baik dengan meningkatkan kecerdasan, kemampuan, pengetahuan ya? Apa boleh buat, Anda yang ingin menjadi lebih baik, maka Anda yang perlu menjalankan cara yang tidak terlalu sulit itu. Tetapi mengapa buku? Tidak bisa yang lain? Bisa, bisa sekali. Tetapi tidak akan terlalu detail ketika Anda justru membutuhkan informasi yang detil. Tetapi terlalu detail malah membuat Anda bosan membacanya. Jadi?
Lihatlah di buku Instrumen Orang Sukses, tentang cara memilih buku. Anda jelas bukan orang bodoh, tetapi selalu ada orang yang lebih cerdas dari saya, begitu pula selalu ada yang lebih cerdas dari Anda. Namun, bukan berarti karena ada orang lain yang lebih cerdas dari Anda, maka Anda berarti kehilangan kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik. Anda pasti dapat yang terbaik, bila Anda menjadi lebih cerdas.

Sabtu, 27 November 2010

Sudahkah Anda Memiliki , Kebiasaan Yang Membuat Anda Sukses....

Sukses bermula dari mental. Anda bisa saja miskin namun jika Anda yakin bahwa Anda bisa sukses, maka itulah yang akan Anda raih. Demikian juga sebaliknya, jika seseorang terlahir kaya, namun tidak memiliki mental sukses, maka kelak ia pun bisa jatuh melarat.
http://kartikamayangsari.files.wordpress.com/2009/11/kunci-sukses.jpg
Tak peduli apa pun yang menjadi profesi kerja Anda sekarang, apakah karyawan rendahan atau bos sekalipun, Anda bisa meraih sukses dengan mengembangkan 50 kebiasaan sukses ini. Namun, ingat juga bahwa ukuran kesuksesan bukanlah uang, melainkan mental puas itu sendiri.
1.Carilah dan temukan kesempatan di mana orang lain saat orang lain gagal menemukannya.
2.Orang sukses melihat masalah sebagai bahan pembelajaran an bukannya kesulitan belaka.
3.Fokus pada solusi, bukan berkubang pada masalah yang ada.
4.Menciptakan jalan suksesnya sendiri dengan pemikiran dan inovasi yang ada.
5.Orang sukses bisa merasa takut, namun mereka kemudian mengendalikan dan mengatasinya.
6.Mereka mengajukan pertanyaan yang tepat, sehingga menegaskan kualitas pikiran dan emosional yang positif.
7.Mereka jarang mengeluh.
8.Mereka tidak menyalahkan orang lain, namun mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
9.Mereka selalu menemukan cara untuk mengembangkan potensi mereka dan menggunakannya dengan efektif.
10.Mereka sibuk, produktif, dan proaktif, bukan luntang-lantung.
11.Mereka mau menyesuaikan diri dengan sifat dan pemikiran orang lain.
12.Mereka memiliki ambisi atau semangat.
13.Tahu benar apa yang diinginkan.
14.Mereka inovatif dan bukan plagiat.
15.Mereka tidak menunda-nunda apa yang ada.
16.Mereka memiliki prinsip bahwa hidup adalah proses belajar yang tiada henti.
17.Mereka tidak menganggap diri sempurna sehingga sudi belajar dari orang lain.
18.Mereka melakukan apa yang seharusnya, bukan apa yang mereka mau lakukan.
19.Mereka mau mengambil resiko, tapi bukan nekat.
20.Mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera.
21.Mereka tidak menunggu datangnya keberuntungan, atau kesempatan. Merekalah yang menciptakannya.
22.Mereka bertindak bahkan sebelum disuruh/ diminta.
23.Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional.
24.Mereka adalah komunikator yang handal.
25.Mereka mempunyai rencana dan berusaha membuatnya menjadi kenyataan.
26.Mereka menjadi luar biasa karena mereka memilih untuk itu.
27.Mereka berhasil melalui masa-masa berat yang biasanya membuat orang lain menyerah.
28.Mereka tahu apa yang penting bagi mereka dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa.
29.Mereka memiliki keseimbangan. Mereka tahu bahwa uang hanya alat, bukan segalanya.
30.Mereka paham betul pentingnya disiplin dan pengendalian diri.
31.Mereka merasa aman karena mereka tahu mereka berharga.
32.Mereka juga murah hati dan baik hati.
33.Mereka mau mengakui kesalahan dan tidak segan untuk minta maaf.
34.Mereka mau beradaptasi dengan perubahan.
35.Mereka menjaga kesehatan dan performa tubuh.
36.Mereka rajin.
37.Ulet
38.Mereka terbuka dan mau menerima masukan dari orang lain.
39.Mereka tetap bahagia saat menghadapi pasang surut kehidupan.
40.Mereka tidak bergaul dengan orang-orang yang salah/ merusak.
41.Mereka tidak membuang waktu dan energi emosional untuk sesuatu yang di luar kendali mereka.
42.Mereka nyaman bekerja di tempat yang ada.
43.Mereka memasang standar yang tinggi bagi diri sendiri.
44.Mereka tidak mempertanyakan mengapa mereka gagal namun memetik pelajaran dari itu semua.
45.Mereka tahu bagaimana harus rileks, menikmati apa yang ada, dan mampu bersenang-senang dalam kecerobohan sekalipun.
46.Karir mereka bukanlah siapa mereka, itu hanyalah pekerjaan.
47.Mereka lebih tertarik pada apa yang efektif ketimbang pada apa yang mudah.
48.Mereka menyelesaikan apa yang telah mereka mulai.
49.Mereka menyadari bahwa mereka bukan hanya makhluk hidup belaka, namun juga makhluk rohani.
50.Mereka melakukan pada yang mereka katakan.
Jadi, apakah ada beberapa kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari hidup Anda saat ini?! Jika ada, kembangkan itu, dan tambahkan peluang sukses Anda dengan melakukan yang lain. Ingat, sukses bukanlah milik orang yang tidak pernah gagal, melainkan milik orang yang tidak pernah menyerah!!

Rabu, 24 November 2010

HATI YANG TAKUT


Subhanallah....
Ya Allah..... Sesungguhnya Engkau Mengetahui
hati-hati ini berhimpun dalam Cinta pada-
MU...telah berjumpa dalam Taat pada-MU...telah
bersatu dalam Dakwah pada-MU...telah berpadu
dalam membela Syariat-MU... Teguhkanlah Ya
Allah ikatannya... Kekalkanlah cinta kasihnya...
Tunjukilah jalan-jalannya...
Penuhilah hati-hati tsb dengan Cahaya-MU yg
tidak pernah hilang. Lapangkanlah dada-dada
kami dengan kelimpahan iman kepada-MU dan
indahnya bertawakal kepada-MU. Hidupkanlah
hati ini dengan ma'rifat kepada-MU. Matikanlah ia
dalam syahid di jalan-MU.
Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik
Penolong...
Ya Allah kami memohon ampunan
atas; kewajiban2
yg kami lalaikan, keburukan2 yg kami ucapkan,
rahasia2 yg kami
sebarkan, janji2 yg tidak kami tepati, amanat2 yg
kami khianati,
kebenaran2 yg kami sembunyikan, perkara2
haram yg kami pandang,
kemungkaran2 yg kami ikuti, dan nasehat2 yg
kami abaikan. Tidak ada yg mengampunkan dosa
selain Engkau, ampunkanlah dosa2 dan
kesalahan2 yg telah kami lakukan

09/06/10

Selasa, 23 November 2010

RAYUAN SETAN MENJERAT WANITA



Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai

macam strategi, dan yang sering dipakai adalah

dengan memanfaatkan hawa nafsu(Nafs), yang

memang memiliki kecenderungan mengajak

kepada keburukan (ammaratun bis su ’). Setan tahu

persis kecenderungan nafsu kita, dia terus

berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah

ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau

pakaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.



I. MENGHILANGKAN DEFINISI HIJAB

Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para

wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab

(penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia

hanya sekedar pakaian atau mode hiasan bagi para

wanita. Jadi tidak ada pakaian syar ’i, pakaian ya

pakaian, apa pun bentuk dan namanya.

Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah,

atau kebudayaan manusia telah berganti, maka

tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian

pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri

ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri

dengan pakaian penduduknya, apapun yang
mereka pakai.

Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan,

bahwa hijab adalah pakaian syar ’i (identitas
keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan

sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di

mana saja, maka hijab syar ’i tetap dipertahankan.
Apabila seorang wanita masih bertahan dengan

prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan
strategi yang lebih halus. Caranya?

Pertama, Membuka Bagian Tangan
Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka,

maka setan mem-bisik kan kepada para wanita

agar ada sedikit peningkatan model yakni

membuka bagian hasta (siku hingga telapak
tangan). “Ah tidak apa-apa..teu nanaon! kan masih

pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan

setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai

pakain model baru yang menampakkan

tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat

nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik, ”
Tuh tidak apa-apa kan?


Kedua, Membuka Leher dan Dada

Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan,

maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru

lagi. “Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu
ada peningkatan model pakaian yang lebih maju


lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu. ” Tapi

jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya

sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar

tidak gerah. Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli,
sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka.

Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka

bagian leher dan dadanya dari yang model
setengah lingkaran hingga yang model bentuk

huruf “V” yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi
bagian sensitif lagi dari dadanya.

Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang
Setan berbisik lagi, “Pakaian kok hanya gitu-gitu

saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus!

Tapi apa ya? Sang wanita bergumam. “Banyak
model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya

dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang,”
setan memberi ide baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian

yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan.
“ Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya

masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja

yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin, ”

begitu dia menambahkan. Walhasil pakaian
tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita

muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan

transparan, maka jadilah mereka wanita yang

disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat ‘ariyat

(berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit

Setelah para wanita muslimah mengenakan

busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan

sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru


yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki

wanita itu, “Pakaian seperti ini membuat susah

berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak

sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati

paha ?” Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih
kelihatan lincah dan enerjik!”
Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar

dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut
atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak

dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik

ke jok mobil. “Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa
lah, yang penting enjoy,” katanya.
Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita,

hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan

panjang, hanya model, corak, potongan dan

bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab

syar ’i yang sebenarnya. Maka kini mulailah setan

pada tahapan berikutnya.


II. TERBUKA SEDIKIT DEMI SEDIKIT



Kini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat

lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita
menampak kan bagian aurat tubuhnya.
Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit.

Setan Berbisik kepada para wanita, “Baju panjang

benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan
membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa,

lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata
kaki. ” Ini baru agak longgar. “Oh ada yang

kelupaan, kalau kamu bakai baju demikian, maka
jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu

cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh

orang tetap menamakannya dengan jilbab. ”
Maka para wanita yang terpengaruh dengan

bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang

dimaksudkan. Tak ketinggalan sepatu hak tinggi,

yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara
yang menarik perhatian orang.

Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh
Betis

Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan
ternyata orang-orang yang melihat juga tidak

begitu peduli. Maka setan kembali berbisik,

“ Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa

yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak

bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang.

Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka

cobalah kamu cari model lain yang lebih enak,

bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di

pasaran? Tidak usah terlalu mencolok, hanya
terlihat kira-kira sepuluh senti saja.” Nanti kalau

sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang
terbuka hingga setengah betis. ”

Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah

menjadi penasehat pribadinya, sehingga apa yang

saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti.

Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat

separuh betisnya kemana saja dia pergi.
Ketiga, Terbuka Seluruh Betis


Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah
berubah, setan telah berhasil membalikkan

pandangan jernihnya. Terkadang sang wanita

berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di
masa Nabi dahulu. Namun buru-buru bisikan setan

dan hawa nafsu menyahut, “Ah jelas enggak, kan
sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu
para lelaki mengangkat pakaiannya hingga

setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi

dengan menjulurkannya hingga menutup telapak

kaki, tapi kini lain, sekarang banyak laki-laki yang

menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki,
maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu

dengan mengangkatnya hingga setengah betis

atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak

seluruh betisnya. ”

Tetapi… apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum
laki-laki,” gumamnya. “Fitnah? Ah itu kan zaman


dulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau
wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-


wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian
mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah
berbeda, kini kaum laki-laki kalau melihat bagian

tubuh wanita yang terbuka malah senang dan

mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti
sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama

suka? Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari

yang di emperan hingga yang yang bermerek

kenamaan, seperti Christian Dior, YSL, Versace dan
semuanya menawarkan model yang dirancang

khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau
kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi
wanita yang ketinggalan zaman. ”

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan

seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak
para wanita yang memakainya dan sedikit sekali

orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah


saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari
siasatnya untuk melucuti hijab wanita.


III. Serba Mini


Setelah pakaian yang menampak kan betis menjadi

pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja,
maka datanglah bisikan setan yang lain. “Pakaian
membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang


ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut
kepala harus terbuka, sehingga benar-benar
kelihatan indah. ”
Maka akhirnya rok mini yang menampakkan
bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun

bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan,

terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung
nya dan berbagai model lain yang serba pendek
dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka

ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja,
pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim

panas, musim dingin dan lain-lain, tak ketinggalan
celana pendek separuh paha pun dia miliki, model
dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya

telah dicoba.
Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk

dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan,
maka segalanya menjadi serba mungkin dan



diterima oleh manusia.
Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di

kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di
mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian
paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi,
kemaluan dan buah dada. Mereka

mengenakan pakaian yang sering disebut dengan

“bikini”. Karena semuanya begitu, maka harus ikut
begitu, dan na’udzu billah bisikan setan berhasil,

tujuannya tercapai, “Menelanjangi Kaum Wanita.”
Demikian halus, cara yang digunakan setan,


sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa
terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang

tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-

anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun,

segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan
berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah

menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita

untuk mengatasinya.
Membiarkan mereka membuka aurat berarti
merelakan mereka mendapatkan laknat Allah,

kasihanilah mereka, selamatkan para wanita
muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam

kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia

maupun di akhirat.




Wallahu a’lam bis shawab.

MOTIVATOR YANG PALING AMPUH ADALAH ALLAH



Jika Anda mempunyai
misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil

yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk

mencapainya.
Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti
Anda harus

menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan
lagi. Sekali lagi,

jangan cepat menyerah.
Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.


Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah
hikmahnya.





Jika Allah yang menjadi
tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh
rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika
mencari nafkah

merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya
Allah semakin besar

pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah
yang didapat
merupakan bekal untuk
beribadah, maka semakin
banyak nafkah yang

didapat, semakin banyak ibadah yang bisa

dilakukan.


Uang + Ahklaqul Karimah akan
menjadi
modal yang sangat berharga baik untuk Anda
sendiri, maupun untuk

kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya.
Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan

ada halangan
yang bisa menghentikan seseorang melakukan
sesuatu. Niat karena Allah
ialah motivator yang utama dan seharusnya

menjadi satu-satunya
motivator kita.




Cinta terbesar dan cinta
hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta
kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang
seharusnya menjadi
motivator terbesar dan tidak terbatas.




Jangan takut dengan
gagalnya meraih
visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu
kegagalan, tetapi
merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski
tidak sepenuhnya.
Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup
Anda.
Menciptakan kebiasaan baru adalah
salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses
Anda harus mulai
menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan
membawa Anda kepada
kesuksesan.
Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir,
pendidikan, olah
raga, dsb — maka Anda harus memiliki kebiasaan-
kebiasaan seorang
pemenang pula .





Jika Anda ingin suatu
kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang
berbeda juga.
Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan
menuju kemana?
Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang
lebih buruk, atau
tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah
putusan dan jalanilah
menuju konsekuensinya.
Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan
Anda dapat saja merubah hidup Anda secara
dramatis dalam waktu singkat.





Hanya satu motivasi
yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya
harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.

Senin, 22 November 2010

Setetes Air Mata Cinta

Bukalah kedua matamu pada alam semesta ini maka kamu akan melihat indahnya keindahan. Bukalah hatimu untuk melihat rahasia-rahasia keindahan ini maka kamu akan melihat kehidupan ini berbunga-bunga. Selamilah kehidupan dalam sanubarimu maka kehidupan tersebut akan menjadi milikmu seluruhnya. Satukan hatimu padaku maka aku akan menyatukan akalku padamu. Berikan tanganmu kepadaku maka sungguh aku berharap dapat memberimu kehidupan yang damai lagi bahagia dengan seizin Allah. Bukalah dadamu, aku akan memenuhinya dengan kehangatan, cinta dan kejujuran. Bersamalah denganku supaya aku menjadi milikmu dan sebagaimana yang kamu cintai.Berikan kepadaku air mata yang akan menghidupkan hatimu dan menghibur jiwamu. Sebab air mata kita adalah tinta untuk berfikir. Ungkapan-ungkapan kita teguh diatas prinsip dan tangisan kita senantiasa berada diatas Manhaj. Bila kita menuntun hati kita dengan cinta kepada selain yang layak dicintai, maka kita kehilangan milik kita yang paling kita banggakan. Bila kita sedang mencari-cari tempat keberadaan cinta itu, sedangkan kita menyangka keberadaannya, sesungguhnya kita perlu untuk mencintai tapi tidak berlebih-lebihan, menyenangi tapi tidak berlebihan dan rindu tapi dengan pembatasan.
Hati adalah perbendaharaan yang hanya bisa dibaca oleh pemiliknya, dan ketenangan batin adalah cahaya yang bersinar dalam kegelapan, mata air yang memancar ditengah gurun pasir, dan perbendaharaan yang berada dalam rumah yang ditinggalkan pemiliknya. Berapa banyak waktu yang hilang demi cinta ? berapa banyak pikiran yang terkuras demi cinta ? kita tenggelamkan hari kita dalam huruf-huruf cinta !! Pecinta hidup diantara ingat dan lupa, pecinta tidak tahu antara tersambung dan terhalang, cinta membahagiakan dalam nama dan menyengsarakan dalam tulisan, indah dalam gambar dan buram dalam hakikat.
Cinta adalah mahkota tapi dari besi, harta benda tapi dari tanah, dan tambang tapi dari fatamorgana. Cinta apapun yang diklaim maka itu terbatas. Sebab hubungan antar manusia pada umumnya dibangun atas dasar kepentingan, meskipun keindahan itu bermacam-macam dan keanekaragaman itu indah. Setiap hati memiliki tabiat cinta yang mengalirkan manisnya kesenangan. Seandainya manusia bisa melihat hati orang-orang yang keras hatinya, niscaya mereka akan menemukan didalamnya cinta dan kasih sayang yang memancar, akan tetapi cinta dan kasih tersebut tumpah ditanah yang buruk.
Kebahagiaan apakah yang menyamai kebahagiaan dalam cinta ? kesuksesan akhir apakah yang menyamai cinta itu ?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : ” Yang bermanfaat bagi hamba hanyalah cinta karena Allah terhadap manusia yang dicintai-Nya, seperti para nabi dan shalihin; karena mencintai mereka dapat mendekatkan diri kepada Allah serta cinta-Nya. Sedangkan mereka adalah orang-orang yang berhak mendapatkan cinta Allah. 1)
Jika hati hamba telah terpaut kepada Allah, maka ia mencintai segala yang mendekatkan diri kepadaNya serta semakin menambah kedekatan. Ia selamanya lebih mencintai Allah. Tiada cinta yang menyamai cinta tersebut. ia hanya mencintai Allah dan mencintai karena-Nya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata : ” jika kamu mencintai seseorang karena Allah, maka sebenarnya Allah jualah yang kamu cintai. Setiap kali kamu mengilustrasikan-Nya dalam hatimu, maka kamu mengilustrasikan Kekasih yang sejati lalu kamu mencintainya, sehingga bertambahlah cintamu kepada Allah. Demikian pula ketika kamu mengingat Nabi Sholallahu Alaihi Wa Sallam dan para Nabi dan Rasul sebelumnya serta para sahabat mereka yang shalih, dan kamu mengilustrasikan mereka dalam hatimu, maka itu akan membawa hatimu kepada cinta Allah yang memberi nikmat kepada mereka, apabila kamu mencintai mereka karena Allah; sebab orang yang dicintai karena Allah akan membawa kepada Mahabbatullah (cinta Allah). Orang yang mencintai karena Allah, apabila mencintai seseorang karena Allah, maka Allahlah sebenarnya yang dicintainya; sebab dia senang kekasihnya membawanya kepada Allah. Masing-masing, baik orang yang mencintai karena Allah maupun orang yang dicintai karena Allah akan mengantarkan kepada Allah 2)
Suatu keniscayaan bahwa iman seorang muslim itu tidak terwujud melainkan dengan mencintai Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam dan mengagungkannya, sebab beliau adalah Rasul Allah yang terakhir dan penutup para Nabi Allah berfirman :
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
” Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi Dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi.” ( Al Ahzab : 40 )
Beliau memiliki akhlak yang luhur, dengan kesaksian Rabb semesta Alam :
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيم” Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” ( Al Qolam : 4 )
Lemah Lembut, tidak keras lagi berhati kasar :
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ” Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” ( Ali Imran : 159)
Sangat menginginkan agar manusia mendapatkan hidayah. Beliau nyaris mencelakakan dirinya karena bersedih karena sangat mengharapkan keimanan mereka :
لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ” Boleh Jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman. “ ( Asy Syu’araa’ : 3 )
Oleh karena itu wajib bagi kita mencintai Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam. Bahkan cinta kita kepada Nabi adalah bukti sempurnanya iman kita. Dari Anas radhiallahu anhu , dari Nabi shallallahu alaihi wasalam , bahwasanya beliau shallallahu alaihi wasalam bersabda:
“Tidaklah (sempurna) iman salah seorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia.” (Muttafaq Alaih)
Bahkan Kita harus lebih mencintai Rasulullah daripada diri-diri kita sendiri. Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan, Umar bin Khathab radhiallahu anhu berkata kepada Nabi Shallallahu alaihi wasalam :
“Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah, adalah orang yang paling aku cintai daripada segala sesuatu selain diriku sendiri.” Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, sehingga aku lebih engkau cintai dari dirimu sendiri’. Maka Umar berkata kepada beliau, ‘Sekarang ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.’ Maka Nabi shallallahu alaihi wasalam bersabda, ‘Sekarang (telah sempurna kecintaanmu (imanmu) padaku) wahai Umar.”
Cinta kepada Allah bukan sekedar kata-kata dan bukan sekedar cerita. Demikian pula cinta kepada Rasulullah. Sebagaimana halnya cinta kepada beliau “bukan sekedar dakwah dengan lisan dan tidak pula cukup cinta dengan hati, bahkan harus disertai dengan Ittiba’ (mengikuti dan meniru) kepada Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam, meniti diatas petunjuknya, dan merealisasikan manhaj beliau dalam kehidupan. Sebab cinta itu bukan nada-nada yang dilagukan, bukan kasidah-kasidah yang disenandungkan, dan bukan pula semata-mata kata-kata yang diucapkan. Akan tetapi cinta adalah mentaati Allah dan Rasul-Nya. Ingin tahu bagaimana cara yang benar mencintai Rasulullah Alaihi Sholatu Wa Sallam ?? Ingin tahu pula bagaimana orang2 sholih mencintai beliau ?? Silahkan pembaca merujuk kepada kitab diatas. Banyak manfaatnya insya Allah.
Syaikh DR. Shalih bin Fauzan al Fauzan

Minggu, 21 November 2010

Goals and Action

Delaying is a sure thing we ever did. And because - because of this delay then our lives can be messy to make. Can - can be what we dream and desire was limited to just fiction. Of course we do not want to be like that right?
For illustration, let us refer to the following story for us inspired to make dreams - our dreams come true.
In one place there is a simple family who has a son - male. Son of man - this man has a goal - aim high, but waiting to happen after they finish studying. Son of man - this man wants to have a luxury car. And she feels when she has a luxury car that then life will be happy da admired by many people. Ideals - ideals and dreams that this height makes his attitude to be arrogant, because he felt it would be rich.
Lapse of time passed, boy - this man has turned into a youth and has also completed his education. Then this young man promised his parents that he would realize his dream of having a luxury car if it is working. Work has been obtained, parents were asked when the young man's dream - his dream will be realized? Youth continue to delay and give reasons later if he had found a woman who could be with him. On and on it the young man's delay. Until finally the young man also said that it was too late and it was all a fantasy - pure fantasy. He was quite happy to enjoy life with empty dreams and fantasies.
The story above is possible that we experience dreams - aim high but not acting and continues to delay. And all it will be useless. Habits delay will make someone lose passion, direction, goals and running away from what became his dream. Ideals - ideals only dream If not planned. And only would be crap if no action. As long as there is still time to arrange life use. If the brave dare to dream too, to make it happen. Acting ready to face any real meaning to our dreams come true, sweet, beautiful and proud.If you do not dream it will be quickly dealt with the disease and this will disrupt our lives. Delaying disease can be cured with the power of the heart and assertiveness.

Sabtu, 20 November 2010

Apakah Aku Sombong ?

Mungkin atau dapat dipastikan, dalam kehidupan kita sehari-hari, banyaklah ditemukan orang-orang sombong. Terlepas dari siapa
dia or mereka ? lebih ahsan, kita instropeksi diri kita sendiri…
Sombong kah kita..???
Yuk, lihat keterangan berikut ini :
A. CIRI-CIRI / KRITERIA SOMBONG
Ciri orang yang sombong bagaimana ? Orang yang sombong itu
bukan orang yang kaya, yang berpangkat, yang rupawan.
Ciri orang yang sombong itu ada dua :
1. Mendustakan Kebenaran
2. Menggangap rendah orang lain
Jadi orang sombong bisa mengena kepada orang kaya dan orang miskin, bisa kena kepada orang berpangkat dan tidak berpangkat. Orang sombong tidak suka kepada nasehat, tidak suka kepada kebenaran, tidak suka mendengar ilmu tentang agama. Semakin
tinggi ketakaburan-nya maka dia semakin mendustakan kebenaran
dan semakin melawan kebenaran itu sendiri.
Memang tingkatan kesombongan beragam, ada yang dia beribadah
tapi dia tidak mau dengar nasehat, yang namanya agama itu
dianggap remeh, dianggap tidak ada. Mendengar kata Allah saja
tidak suka, paling top “yang diatas”, padahal yang diatas itu kan banyak, genteng misalnya.
Dia tidak suka datang ke majelis taklim, dirumahnya tidak mau membaca buku-buku agama, tidak suka mendengar acara-acara yang menambah ilmu agamanya. Karena ilmu agama tidak dianggap suatu yang dibutuhkan. Dia lebih merasa dirinyalah yang benar. Jadi klo berdebat nafsunya saja yang berbicara. Bergaulnya juga tidak mau dekat dengan orang-orang yang dekat agama, dia tidak suka.
Dia memang tidak terlihat arogan, tidak semuanya orang takabur itu kelihatan arogan. tapi sikap meremehkan agama, ini merupakan bagian dari sikap takabur. Termasuk meremehkan Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad tidak termasuk idolanya, Nabi kan hidupnya di jaman dulu, dst. Seakan-akan Nabi tidak menjadi teladan saat ini. Orang yang sombong tidak mau merujuk kepada contoh Nabi kita, padahal Rosul adalah Uswatun Hasanah.
Termasuk diantara kesombongan adalah tidak mau dikoreksi, tidak mau dikritik, kalau bicara mau menang sendiri. Dia Sholat, dia shaum, dia zakat, dia Haji dan umroh, itu sudah baik. Tapi kalau sombong nya ada, dia tidak mau kalah, kalau bicara cenderung mau menang sendiri. Tidak bisa dinasehati, tidak bisa diberi saran. Kalau diberi kritik, belum apa-apa langsung membalas balik, selain menolak juga menyerang yang mengkritiknya. Kalau diberi saran dia meremehkan saran orang lain. Kalau ngobrol hobi nya memotong perkataan orang lain. Selalu dia ingin menunjukkan bahwa dia yang paling benar, dia yang paling tahu, dia yang paling penting. Ini namanya takabur
Ciri lain orang sombong adalah melihat orang lain lebih rendah dari dirinya. Dilihat misalnya dari cara menyuruh orang lain, seakan-akan orang lain lebih rendah dari dia. Dia tidak berani menyuruh begini ke orang yang lebih tinggi seperti murid kepada gurunya.
Biasanya orang yang sombong dia akan menunjukkan dengan prilakunya, dirinya lebih tinggi dan orang lain lebih rendah. Dari cara menyuruh, cara duduk, cara bersikap, akan terlihat ekpresi kepribadiannya.
B.BAHAYA SOMBONG
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah menjelaskan tentang bahayanya sifat kesombongan dan keangkuhan, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah Bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata: (ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus, Beliau bersabda: Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, (dan yang dimaksud dengan) kesombongan
itu adalah menolak kebenaran dan melecehkan orang lain
(HR. Muslim)
Imam An-Nawawi rahimahullah berkomentar tentang hadits ini,
Hadits ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan
diri kepada manusia, merendahkan mereka dan menolak kebenaran. (Syarah Shahih Muslim 2/269).
Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, Orang yang sombong adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak pantas mengerjakan suatu urusan,
dia juga sombong menerima kebenaran dari orang lain.
(Jami’ul Ulum Wal Hikam 2/275)
Raghib Al-Asfahani rahimahullah berkata, Sombong adalah keadaan/kondisi seseorang yang merasa bangga dengan dirinya
sendiri, memandang dirinya lebih utama dari orang lain,
kesombongan yang paling parah adalah sombong kepada Rabbnya dengan cara menolak kebenaran (dari-Nya) dan angkuh untuk
tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatan maupun dalam mentauhidkan-Nya.” (Umdatul Qari` 22/140).
Nash-nash Ilahiyyah banyak sekali mencela orang yang sombong
dan angkuh, baik yang terdapat dalam Al-Qur`an maupun dalam As-Sunnah.
1. Orang Yang Sombong Telah Mengabaikan Perintah
Allah subhanahu wata’ala.
Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia
(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka
bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (angkuh).
(QS. 31:18)
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, menjelaskan makna firman Allah subhanahu wata’ala: (Dan janganlah kamu memalingkan mukamu
dari manusia) dia berkata:
Janganlah kamu sombong dan merendahkan manusia, hingga
kamu memalingkan wajahmu ketika mereka berbicara kepadamu.
(Tafsir At-Thobari 21/74)
Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan Firman Allah subhanahu
wata’ala, ”Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh”,
maksudnya janganlah kamu menjadi orang yang sombong,
keras kepala, berbuat semena-mena, janganlah kamu lakukan
semua itu yang menyebabkan Allah murka kepadamu.
(Tafsir Ibnu Katsir 3/417).
2. Orang Yang Sombong Menjadi Penghuni Neraka.
Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
Katakanlah kepada mereka: Masuklah kalian ke pintu-pintu neraka jahannam dan kekal di dalamnya, maka itulah sejelek-jelek tempat kembali. (QS. Az-Zumar: 72)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Tidak akan masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya terdapat sedikit kesombongan. (HR. Muslim)
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Maukah Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni surga? Para shahabat menjawab: tentu (wahai Rasulullah), lalu beliau berkata: (Penghuni surga adalah) orang-orang yang lemah lagi direndahkan oleh orang lain, kalau dia bersumpah (berdo’a) kepada Allah niscaya Allah kabulkan do’anya, Maukah Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni neraka? Para shahabat menjawab: tentu (wahai Rasulullah), lalu beliau berkata: (Penghuni neraka adalah) orang-orang yang keras kepala, berbuat semena-mena (kasar), lagi sombong. (HR. Bukhori & Muslim)
3. Orang Yang Sombong Pintu Hatinya Terkunci & Tertutup.
Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya:
Demikianah Allah mengunci mati pintu hati orang yang sombong dan sewenang-wenang (QS. Ghafir 35)
Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, Sebagaimana Allah mengunci mati hati orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah maka demikian juga halnya Allah juga mengunci mati hati orang yang sombong lagi berbuat semena-mena, yang demikian itu karena hati merupakan sumber pangkal kesombongan, sedangkan anggota tubuh hanya tunduk dan patuh mengikuti hati. (Fathul Qodir 4/492).
4. Kesombongan Membawa Kepada Kehinaan Di Dunia & Di Akhirat
Orang yang sombong akan mendapatkan kehinaan di dunia ini berupa kejahilan, sebagai balasan dari perbuatannya, perhatikanlah firman Allah subhanahu wata’ala, artinya:
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di dunia ini tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaanku. (QS. Al-’Araf: 146)
(Maksudnya) yaitu Aku (Allah) halangi mereka memahami hujah-hujjah dan dalil-dalil yang menunjukkan tentang keagungan-Ku, syari’at-Ku, hukum-hukum-Ku pada hati orang-orang yang sombong untuk ta’at kepada kepada-Ku dan sombong kepada manusia tanpa alasan yang benar, sebagaimana mereka sombong tanpa alasan yang benar, maka Allah hinakan mereka dengan kebodohan (kejahilan). (Tafsir Ibnu Katsir 2/228)
Kebodohan adalah sumber segala malapetaka, sehingga Allah sangat mencela orang-orang yang jahil dan orang-orang yang betah dengan kejahilannya, Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya:
Sesungguhnya makhluk yang paling jelek (paling hina) di sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apapun (jahil).” (QS. Al-Anfal:22)
Maksudnya Allah subhanahu wata’ala menghinakan orang-orang yang tidak mau mendengar-kan kebenaran dan tidak mau menutur-kan yang haq, sehingga orang tersebut tidak memahami ayat-ayat-Nya yang pada akhirnya menyebabkan dia menjadi seorang yang jahil dan tidak mengerti apa-apa, dan kejahilan itulah bentuk kehinaan bagi orang-orang yang sombong.
Dan orang yang sombong di akhirat dihinakan oleh Allah subhanahu wata’ala dengan memperkecil postur tubuh mereka sekecil semut dan hinaan datang kepada dari segala penjuru tempat, hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits berikut:
Orang-orang yang sombong akan dihimpunkan pada hari kiamat seperti dalam bentuk semut-semut kecil dengan rupa manusia, dari segala tempat datang hinaan kepada mereka, mereka digiring ke penjara neraka jahannam yang di sebut Bulas, di bagian atasnya api yang menyala-nyala dan mereka diberi minuman dari kotoran penghuni neraka. (HR. Tirmizi & Ahmad, dihasankan oleh Syekh Al-Albani dalam Al-Misykat)
Semoga dengan merenungi nash-nash Ilahiyyah diatas, karunia Allah subhanahu wata’ala beserta kita dan bisa menjauhkan kita dari sifat angkuh dan sombong.
So….adakah ciri-ciri itu di diri kamu..?????? semoga saja tidak….amiin…
wallahu’alam bi shawwab.

Kamis, 18 November 2010

Goals and Action


Delaying is a sure thing we ever did. And because of this delay then our lives can be messy to make. to what we dream and desire was limited to just fiction. Of course we do not want to be like that right?
For illustration, let us refer to the following story for us inspired to make dreams - our dreams come true.
In one place there is a simple family man who has a child. Son of man has a goal - aim high, but waited for his mewujd right after they finish studying. Son of man - this man wants to have a luxury car. And she feels when she has a luxury car that then life will be happy da admired by many people. Ideals - ideals and dreams that this height makes his attitude to be arrogant, because he felt it would be rich.
Lapse of time passed, boy - this man has turned into a youth and has also completed his education. Then this young man promised his parents that he would realize his dream of having a luxury car if it is working. Work has been obtained, parents were asked when the young man's dream - his dream will be realized? Youth continue to delay and give reasons later if he had found a woman who could be with him. On and on it the young man's delay. Until finally the young man also said that it was too late and it was all a fantasy - pure fantasy. He was quite happy to enjoy life with empty dreams and fantasies.
The story above is possible that we experience dreams - aim high but not acting and continues to delay. And all it will be useless. Habits delay will make someone lose passion, direction, goals and running away from what became his dream. Ideals - ideals only dream If not planned. And only would be crap if no action. As long as there is still time to arrange life use. If the brave dare to dream too, to make it happen. Acting ready to face any real meaning to our dreams come true, sweet, beautiful and proud.If the dream is not cepet it will be dealt with disease and this will disrupt our lives. Delaying disease can be cured with the power of the heart and assertiveness.

Cita-Cita dan Tindakan Nyata

Menunda adalah hal yang pastinya pernah kita lakukan. Dan gara – gara menunda ini maka kehidupan kita bisa kacau dibuatnya. Bisa – bisa apa yang kita impikan dan inginkan hanyalah sebatas khayalan saja. Tentunya kita tidak mau seperti itu bukan ?

Untuk itu marilah kita simak ilustrasi cerita berikut ini agar kita tergugah untuk mewujudkan cita – cita kita menjadi nyata.

Di sebuah tempat ada satu keluarga sederhana yang mempunyai anak laki – laki. Anak laki – laki ini mempunyai cita – cita tinggi, namun menunggu untuk mewujdukannya setelah selesai menempuh pendidikan. Anak laki – laki ini ingin mempunyai mobil mewah. Dan dia merasa ketika dia mempunyai mobil mewah itu maka hidupnya akan bahagia da dikagumi banyak orang. Cita – cita dan impiannya yang ketinggian ini membuat sikapnya jadi sombong, karena dia merasa akan kaya raya.

Selang waktu berlalu, anak laki – laki ini telah berubah menjadi pemuda dan telah juga menyelesaikan pendidikannya. Kemudian pemuda ini berjanji pada orangtuanya bahwa dia akan mewujudkan impiannya mempunyai mobil mewah jika sudah bekerja. Pekerjaan sudah didapat, orangtua pemuda itu pun menanyakan kapan cita – citanya itu akan diwujudkan ? Pemuda terus menunda dan memberikan alasan nanti jika dia sudah menemukan wanita yang bisa mendampinginya. Terus dan terus saja pemuda itu menunda. Sampai akhirnya pemuda itu pun berkata bahwa semua itu sudah terlambat dan semua itu hanya angan – angan belaka. Dia sudah cukup senang menikmati kehidupannya dengan angan dan khayalan kosong.

Cerita diatas mungkin saja kita alami yaitu bercita – cita tinggi tapi tidak bertindak dan terus menunda. Dan semua itu akan percuma saja. Kebiasaan menunda akan membuat seseorang kehilangan gairah, arah, tujuan dan berlari menjauh dari apa yang menjadi impiannya. Cita – cita hanya impian Jika tidak direncanakan. Dan hanya akan menjadi bualan jika tidak ada tindakan. Selama masih ada waktu gunakanlah untuk menyusun kehidupan. JIka berani bermimpi berani jugalah untuk mewujudkannya. Bertindak nyata berarti siap menghadapi apapun sampai impian kita terwujud nyata, manis, indah dan membanggakan. 
Kalo mimpi ga cepet ditindak maka akan jadi [penmyakit dan ini akan menganggau kehidupan kita. Penyalkit menunda bisa disembuhkan dengan kekuatan hati dan sikap tegas.

A Value Trust

There was a young man who was once just an ordinary boy in the company's Office of Japan. But the lapse of years later, this young man managed to become successful entrepreneurs in services. Why did it happen?


The young man who just graduated from high school was originally just looking for a job. And diterimalah he worked in this great city. How wonderful young man. It is evident from its performance which is always enthusiastic in doing the task, always a friendly smile and ready to help friends in need.


Even working late and sleeping in the office had lived happily. Tasks that used only a janitor, cleaning files, take a drink in one day rise to the administrative assistant.


Currently there are office workers who were left devastated and unable to complete the task, he was willing to learn hard to use a computer to help his friend typing tasks.

The boss is a Japanese boy. And every so often accompany the young man and helped his boss was working overtime. Although this boss commands in Japanese, but because the desire to learn hard to master and even then the young Japanese as well.


And his mastery of the Japanese language is also not out of existing aid Japanese employees in the company who would appreciate it if there are other nations who want to learn the language. Therefore, every Japanese home town friends always ask for the young man brought a book - a book.


The result looks four years later. Initially rising to assistant administrative assistant administrative liaison. Each is a guest of the Japanese youth was always being asked to accompany them. Being a translator for them and the old - old boy believed to take care of many things such as facing officials and convey important messages between departments.


A few years later with the approval and help of his boss and the trust that was formed during this, the young man asked permission to resign to open a business in the field of services, namely arranging various licenses and employee recruitment, especially to Japanese companies that will invest in Indonesia. The young man was grateful with what had happened and get. And promised to continue learning.


The story above is an example of the struggle of a regular employee until he could build his own business. What was reached today was not built in a flash, but with hard work, honesty, trustworthy and responsible, willing to learn and know the place ourselves.


And that's positive character qualities that changed his life. Therefore, if we want to succeed like then we can start from where we are currently studying, working really - really, and able to maintain the trust given. As soon as we woke up the integrity of whatever we tekuni sooner or later will surely have a place and certainly the success to the success will come after.

Nilai Sebuah Kepercayaan


Ada seorang pemuda yang dulunya hanya seorang Office Boy biasa di perusahaan Jepang. Namun selang tahun kemudian pemuda ini berhasil menjadi pengusaha sukses di bidang jasa. Kenapa itu terjadi ?

Pemuda yang hanya lulus SMP awalnya hanya mencari pekerjaan. Dan diterimalah dia bekerja di kota besar ini. Betapa senangnya pemuda itu. Itu terlihat dari kinerjanya yang selalu bersemangat dalam mengerjakan tugas, selalu tersenyum ramah dan siap menolong teman yang membutuhkannya.

Bahkan kerja lembur dan tidur di kantor pun dijalaninya dengan senang. Tugas yang tadinya hanya jadi pesuruh, membereskan file, mengantar minuman di suatu hari meningkat menjadi pembantu administrasi.

Saat ada karyawan kantor yang mengalami musibah dan tidak dapat menyelesaikan tugasnya, pemuda itu mau belajar keras menggunakan komputer untuk membantu temannya mengetik tugas.
Bos pemuda itu adalah orang Jepang. Dan pemuda itu sering sekali menemani dan membantu bosnya itu bekerja lembur. Walau perintah bos ini menggunakan bahasa Jepang, namun karena keinginan keras untuk belajar maka pemuda itupun menguasai bahasa Jepang sekaligus.

Dan penguasaannya terhadap bahasa Jepang juga tidak lepas dari bantuan karyawan Jepang yang ada diperusahaan itu yang sangat menghargai jika ada bangsa lain yang mau belajar bahasanya. Karena itu setiap teman Jepangnya pulang kampung pemuda itu selalu minta untuk dibawakan buku – buku.

Hasilnya terlihat empat tahun kemudian. Dari yang semula hanya pembantu administrasi naik menjadi asisten administrasi penghubung. Setiap ada tamu dari Jepang pemuda itu selalu yang diminta untuk menemani mereka. Menjadi penerjemah bagi mereka dan lama - lama pemuda itu dipercaya mengurus banyak hal seperti menghadap pejabat dan menyampaikan pesan penting antar departemen.

Sekian tahun kemudian atas persetujuan dan bantuan bosnya serta kepercayaan yang terbentuk selama ini, pemuda itu meminta ijin mengundurkan diri untuk membuka usaha di bidang jasa, yaitu mengurus berbagai perijinan dan perekrutan karyawan, khususnya untuk perusahaan Jepang yang akan berinvestasi di Indonesia. Pemuda itu merasa bersyukur dengan apa yang telah dialami dan didapatkannya. Dan berjanji akan terus belajar.

Kisah diatas adalah sebuah contoh proses perjuangan seorang karyawan biasa sampai akhirnya bisa membangun usahanya sendiri. Apa yang dicapainya saat ini tidak dibangun dalam sekejap, tapi dengan kerja keras, kejujuran, dapat dipercaya dan penuh tanggung jawab, mau belajar serta tahu menempatkan diri.

Dan kualitas karakter positif itulah yang mengubah hidupnya. Karena itu jika kita ingin berhasil sepertinya maka kita bisa memulainya dari dimana kita berada saat ini dengan belajar, bekerja sungguh – sungguh, dan mampu menjaga kepercayaan yang diberikan. Begitu integritas kita terbangun maka apapun yang kita tekuni lambat atau cepat pasti akan mendapat tempat dan pasti kesuksesan demi kesuksesan akan datang menyusul.

Sabtu, 13 November 2010

Istriku Bukan Bidadari Dan Aku pun Bukan Malaikat

Alhamdulillah, salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan sahabatnya.
Anda telah berkeluarga? Bagaimana pengalaman Anda selama mengarungi bahtera rumah tangga? Semulus dan seindah yang Anda bayangkan dahulu?
Mungkin saja Anda menjawab, “Tidak.”
Akan tetapi, izinkan saya berbeda dengan Anda: “Ya,” bahkan lebih indah daripada yang saya bayangkan sebelumnya.
Saudaraku, kehidupan rumah tangga memang penuh dengan dinamika, lika-liku, dan pasang surut. Kadang Anda senang, dan kadang Anda bersedih. Tidak jarang, Anda tersenyum di hadapan pasangan Anda, dan kadang kala Anda cemberut dan bermasam muka.
Bukankah demikian, Saudaraku?
Berbagai tantangan dan tanggung jawab dalam rumah tangga senantiasa menghiasi hari-hari Anda. Semakin lama umur pernikahan Anda, maka semakin berat dan bertambah banyak perjuangan yang harus Anda tunaikan.
Tanggung jawab terhadap putra-putri, pekerjaan, karib kerabat, masyarakat, dan lain sebagainya.
Di antara tanggung jawab yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan Anda ialah tanggung jawab terhadap pasangan hidup Anda.
Sebelum menikah, sah-sah saja Anda sebagai calon suami membayangkan bahwa pasangan hidup Anda cantik rupawan, bangsawan, kaya raya, patuh, pandai mengurus rumah, penyayang, tanggap, sabar, dan berbagai gambaran indah.
Bukankah demikian, Saudaraku?
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Biasanya, seorang wanita dinikahi karena empat pertimbangan: harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka, hendaknya engkau lebih memilih wanita yang beragama, niscaya engkau beruntung.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Al-Qurthubi menjelaskan makna hadits ini dengan berkata, “Empat pertimbangan inilah yang biasanya mendorong seorang lelaki untuk menikahi seorang wanita. Dengan demikian, hadits ini sebatas kabar tentang fakta yang terjadi di masyarakat, dan bukan perintah untuk menjadikannya sebagai pertimbangan. Secara tekstual pun, hadits ini menunjukkan bahwa dibolehkan menikahi seorang wanita dengan keempat pertimbangan itu. Akan tetapi, hendaknya pertimbangan agama lebih didahulukan.”
Keterangan al-Qurthubi ini semakna dengan hadits yang diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin Amr al-’Ash radhiyallahu ‘anhu, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزَوَّجُوا النِّسَاءَ لِحُسْنِهِنَّ فَعَسَى حُسْنُهُنَّ أَنْ يُرْدِيَهُنَّ وَلاَ تَزَوَّجُوهُنَّ لِأَمْوَالِهِنَّ فَعَسَى أَمْوَالُهُنَّ أَنْ تُطْغِيَهُنَّ وَلَكِنْ تَزَوَّجُوهُنَّ عَلَى الدِّينِ وَلَأَمَةٌ خَرْمَاءُ سَوْدَاءُ ذَاتُ دِينٍ أَفْضَلُ
‘Janganlah engkau menikahi wanita hanya karena kecantikan parasnya, karena bisa saja parasnya yang cantik menjadikannya sengsara. Jangan pula engkau menikahinya karena harta kekayaannya, karena bisa saja harta kekayaan yang ia miliki menjadikan lupa daratan. Akan tetapi, hendaklah engkau menikahinya karena pertimbangan agamanya. Sungguh, seorang budak wanita berhidung pesek dan berkulit hitam, tetapi ia patuh beragama, lebih utama dibanding mereka semua.’” (Hr. Ibnu Majah; oleh al-Albani dinyatakan sebagai hadits yang lemah)
Akan tetapi, sekarang, setelah Anda menikah, terwujudkah seluruh impian dan gambaran yang dahulu terlukis dalam lamunan Anda?
Bila benar-benar seluruh impian Anda terwujud pada pasangan hidup Anda, maka saya turut mengucapkan selamat berbahagia di dunia dan akhirat. Bila tidak, maka tidak perlu berkecil hati atau kecewa.
Saudaraku, besarkan hati Anda, karena nasib serupa tidak hanya menimpa Anda seorang, tetapi juga menimpa kebanyakan umat manusia.
عَنْ أَبِى مُوسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَمُلَ مِنَ الرِّجَالِ كَثِيرٌ، وَلَمْ يَكْمُلْ مِنَ النِّسَاءِ إِلاَّ آسِيَةُ امْرَأَةُ فِرْعَوْنَ، وَمَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَإِنَّ فَضْلَ عَائِشَةَ عَلَى النِّسَاءِ كَفَضْلِ الثَّرِيدِ عَلَى سَائِرِ الطَّعَامِ
Abu Musa radhiyallahu ‘anhu menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Banyak lelaki yang berhasil menggapai kesempurnaan, sedangkan tidaklah ada dari wanita yang berhasil menggapainya kecuali Asiyah istri Fir’aun dan Maryam binti Imran. Sesungguhnya, kelebihan Aisyah dibanding wanita lainnya bagaikan kelebihan bubur daging [1] dibanding makanan lainnya.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Saudaraku, berbahagia dan berbanggalah dengan pasangan hidup Anda, karena pasangan hidup Anda adalah wanita terbaik untuk Anda!
Anda tidak percaya? Silakan Anda membuktikannya. Bacalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini, lalu terapkanlah pada istri Anda.
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ
“Tidak pantas bagi lelaki yang beriman untuk meremehkan wanita yang beriman. Bila ia tidak menyukai satu perangai darinya, pasti ia puas dengan perangainya yang lain.” (Hr. Muslim)
Saudaraku, Anda kecewa karena istri Anda kurang pandai memasak? Tidak perlu khawatir, karena ternyata istri Anda adalah penyayang.
Anda kurang puas dengan istri Anda yang kurang pandai mengurus rumah dan kurang sabar? Tidak usah berkecil hati, karena ia begitu cantik rupawan.
Anda berkecil hati karena istri Anda kurang cantik? Segera besarkan hati Anda, karena ternyata istri Anda subur sehingga Anda mendapatkan karunia keturunan yang shalih dan shalihah. Coba Anda bayangkan, betapa besar penderitaan Anda bila Anda menikahi wanita cantik akan tetapi mandul.
Demikianlah seterusnya.
Tidak etis dan tidak manusiawi bila Anda hanya pandai mengorek kekurangan istri, namun Anda tidak mahir dalam menemukan kelebihan-kelebihannya. Buktikan Saudaraku, bahwa Anda benar-benar seorang suami yang berjiwa besar, sehingga Anda peka dan lihai dalam membaca kelebihan pasangan Anda.
Dahulu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu peka dan mahir dalam membaca segala hal, termasuk suasana hati istrinya. Aisyah mengisahkan,
قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: إِنِّي لَأَعْلَمُ إِذَا كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً، وَإِذَا كُنْتِ عَلَيَّ غَضْبَى . قَالَتْ: فَقُلْتُ مِنْ أَيْنَ تَعْرِفُ ذَلِكَ، فَقَالَ: أَمَّا إِذَا كُنْتِ عَنِّي رَاضِيَةً فَإِنَّكِ تَقُولِيْنَ لاَ وَرَبِّ مُحَمَّدٍ، وَإِذَا كُنْتِ غَضْبَى قُلْتِ لاَ وَرَبِّ إِبْرَاهِيمَ. قَالَتْ:  قُلْتُ أَجَلْ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا أَهْجُرُ إِلاَّ اسْمَكَ

“Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, ‘Sungguh, aku mengetahui bila engkau ridha kepadaku, demikian pula bila engkau sedang marah kepadaku.’ Spontan, Aisyah bertanya, ‘Darimana engkau dapat mengetahui hal itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Bila engkau sedang ridha kepadaku, maka ketika engkau bersumpah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Muhammad. Adapun bila engkau sedang dirundung amarah, maka ketika engkau bersumpah, engkau berkata, ‘Tidak, demi Tuhan Ibrahim.’’ Mendengar penjelasan ini, Aisyah menimpalinya dan berkata, ‘Benar, sungguh demi Allah, wahai Rasulullah, ketika aku marah, tiada yang aku tinggalkan, kecuali namamu saja.’”
(Muttafaqun ‘alaihi)
Demikianlah teladan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau begitu peka dengan suasana hati istrinya, sehingga beliau bisa membaca isi hati istrinya dari ucapan sumpahnya. Walaupun Aisyah berusaha untuk menyembunyikan isi hatinya, tetap bermanis muka, senantiasa berada di sanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan berbicara seperti biasa, namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dapat menebak suasana hatinya dari perubahan cara bersumpahnya. Luar biasa, perhatian, kejelian, dan kepekaan yang tidak ada bandingnya.
Tidak mengherankan, bila beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
(خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي
“Orang terbaik di antara kalian ialah orang yang terbaik dalam memperlakukan istrinya, dan aku adalah orang terbaik di antara kalian dalam memperlakukan istriku.” (Hr. At-Tirmidzi)
Bagaimana dengan Anda, Saudaraku? Dengan apa Anda dapat mengenali dan meraba suasana hati pasangan Anda?
Saudaraku, tidak ada salahnya bila sejenak Anda kembali memutar lamunan dan gambaran tentang istri ideal dan idaman yang pernah singgah dalam benak Anda. Selanjutnya, bandingkan gambaran istri idaman Anda dengan gambaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kaum wanita berikut ini,
الْمَرْأَةُ كَالضِّلَعِ ، إِنْ أَقَمْتَهَا كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ
“Wanita itu bagaikan tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah, dan bila engkau bersenang-senang dengannya, niscaya engkau dapat bersenang-senang dengannya, sedangkan ia adalah bengkok.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Pada riwayat lain, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَسْتَقِيمُ لَكَ الْمَرْأَةُ عَلَى خَلِيقَةٍ وَاحِدَةٍ وَإِنَّمَا هِيَ كَالضِّلَعُ إِنْ تُقِمْهَا تَكْسِرْهَا وَإِنْ تَتْرُكْهَا تَسْتَمْتِعْ بِهَا وَفِيهَا عِوَجٌ
“Tidak mungkin istrimu kuasa bertahan dalam satu keadaan. Sesungguhnya, wanita itu bak tulang rusuk. Bila engkau ingin meluruskannya, niscaya engkau menjadikannya patah. Adapun bila engkau biarkan begitu saja, maka engkau dapat bersenang-senang dengannya, (tetapi hendaklah engkau ingat) ia adalah bengkok.” (Hr. Ahmad)
Nah, sekarang, silakan Anda mengorek memori Anda tentang wanita pendamping hidup Anda. Temukan berbagai kelebihan padanya, dan selanjutnya tersenyumlah, karena ternyata istri Anda memiliki banyak kelebihan.
Lalu, bila pada suatu hari Anda merasa tergoda oleh kecantikan wanita lain, maka ketahuilah bahwa sesuatu yang dimiliki oleh wanita itu ternyata juga telah dimiliki oleh istri Anda. Maka, bergegaslah untuk membuktikan hal ini pada istri Anda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا رَأَى أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَأَعْجَبَتْهُ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ مَعَهَا مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا
“Bila engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu! Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal yang dimiliki oleh wanita yang engkau lihat itu.” (Hr. At-Tirmidzi)
Demikianlah caranya agar Anda dapat senantiasa puas dan bangga dengan pasangan hidup Anda. Anda selalu dapat merasa bahwa ladang Anda tampak hijau, sehijau ladang tetangga, dan bahkan lebih hijau.
Selamat berbahagia dengan pasangan hidup yang telah Allah karuniakan kepada Anda. Semoga Allah memberkahi bahtera rumah tangga Anda.
Sebaliknya, sebagai calon istri, Anda juga berhak untuk mendambakan pasangan hidup yang tampan, gagah, kaya raya, pandai, berkedudukan tinggi, penuh perhatian, setia, penyantun, dermawan, dan lain sebagainya.
Betapa indahnya gambaran rumah tangga Anda, dan betapa istimewanya pasangan hidup Anda, andai gambaran Anda ini dapat terwujud. Bukankah demikian, Saudariku?
Saudariku, setelah Anda menikah, benarkah seluruh kriteria suami ideal yang pernah menghiasi lamunan Anda ini terwujud pada pasangan hidup Anda?
Bila benar terwujud, maka saya ucapkan selamat berbahagia di dunia dan akhirat, dan bila tidak, maka tidak perlu berkecil hati.
Besarkan hatimu, wahai Saudariku! Percayalah, bahwa pada pasangan hidup Anda ternyata terdapat banyak kelebihan.
Bila selama ini, Saudari ciut hati karena suami Anda miskin harta, maka tidak perlu khawatir, karena ia penuh dengan perhatian dan tanggung jawab.
Bila selama ini, Saudari kecewa karena suami Anda ternyata kurang tampan, maka percayalah bahwa ia setia dan bertanggung jawab.
Andai selama ini, Saudari kurang puas karena suami Anda kurang perhatian dengan urusan dalam rumah, tetapi ia begitu membanggakan dalam urusan luar rumah.
Juga, andai selama ini, sikap suami Anda terhadap Anda kurang simpatik, maka tidak perlu hanyut dalam duka dan kekecawaan, karena ia masih punya jasa baik yang tidak ternilai dengan harta. Ternyata, selama ini, suami Anda telah menjaga kehormatan Anda, menjadi penyebab Anda merasakan kebahagiaan menimang putra-putri Anda.
Saudariku, Anda tidak perlu hanyut dalam kekecewaan karena suatu hal yang ada pada diri suami Anda. Betapa banyak kelebihan-kelebihan yang ada padanya. Berbahagia dan nikmatilah kedamaian hidup rumah tangga bersamanya.
Berlarut-larut dalam kekecewaan terhadap suatu perangai suami Anda dapat menghancurkan segala keindahan dalam rumah tangga Anda. Bukan hanya hancur di dunia, bahkan berkelanjutan hingga di akhirat kelak.
Saudariku, simaklah peringatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini. Agar anda dapat menjadikan bahtera rumah tangga Anda seindah dambaan Anda.
أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ، قِيلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا، قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ
“Aku diberi kesempatan untuk menengok ke dalam neraka, dan ternyata kebanyakan penghuninya ialah para wanita, akibat ulah mereka yang selalu kufur/ingkar.” Spontan, para shahabat bertanya, “Apakah yang engkau maksud adalah mereka kufur/ingkar kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka terbiasa ingkar terhadap perilaku baik, dan ingkar terhadap jasa baik. Andai engkau berbuat baik kepada mereka seumur hidupmu, lalu ia mendapatkan suatu hal padamu, niscaya mereka begitu mudah berkata, ‘Aku tidak pernah mendapatkan kebaikan sedikit pun darimu.’” (Muttafaqun ‘alaihi)
Anda mendambakan kebahagian dalam rumah tangga?

Temukanlah bahwa kebahagian hidup dan berumah tangga terletak pada genggaman tangan suami Anda. Pandai-pandailah membawa diri, sehingga suami Anda rela membentangkan kedua telapak tangannya, dan memberikan kebahagian berumah tangga kepada Anda.
Percayalah Saudariku, suami Anda adalah pasangan terbaik untuk Anda.
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا اُدْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Bila seorang istri telah mendirikan shalat lima waktu, berpuasa bulan Ramadan, menjaga kesucian dirinya, dan taat kepada suaminya, niscaya kelak akan dikatakan kepadanya, ‘Silakan engkau masuk ke surga dari pintu mana pun yang engkau suka.’” (Hr. Ahmad dan lainnya)
Tidakkah Anda mendambakan termasuk orang-orang mukminah yang mendapatkan kebebasan masuk surga dari pintu yang mana pun?

Kunci Keberhasilan Rumah Tangga

Saudaraku, mungkin selama ini Anda bersama pasangan hidup Anda, terus berusaha mencari pola rumah tangga yang dapat mendatangkan kebahagiaan untuk Anda berdua.
Anda berhasil menemukannya?
Bila Anda berhasil, maka saya ucapkan selamat berbahagia. Adapun bila belum, maka segera temukan kunci keberhasilan rumah tangga Anda pada firman Allah berikut,
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ
“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.” (Qs. al-Baqarah: 228)
Hak pasangan Anda setimpal dengan kewajiban yang ia tunaikan kepada Anda. Semakin banyak Anda menuntut hak Anda, maka semakin banyak pula kewajiban yang harus Anda tunaikan untuknya.
Shahabat Abdullah bin ‘Abbas memberikan contoh nyata dari aplikasi ayat ini dalam rumah tangganya. Pada suatu hari, beliau berkata, “Sesungguhnya, aku senang untuk berdandan demi istriku, sebagaimana aku pun senang bila istriku berdandan demiku, karena Allah Ta’ala telah berfirman,
وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ
‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.’
Aku pun tidak ingin menuntut seluruh hakku atas istriku, karena Allah juga telah berfirman,
وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ
‘Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.’” (Hr. Ibnu Abi Syaibah dan ath-Thabari)
Bagaimana dengan dirimu, wahai saudara dan saudariku? Kapankah Anda berdandan? Ketika sedang berada di rumah atau ketika hendak keluar rumah? Selama ini, sejatinya, untuk siapa Anda berdandan? Benarkah Anda berdandan untuk pasangan Anda, ataukah Anda berdandan dan tampil menawan untuk orang lain?
Saudaraku, bahu-membahu, saling melengkapi kekurangan, dan saling pengertian adalah salah satu prinsip dasar dalam membangun rumah tangga. Tidak layak bagi Anda untuk berperan sebagai penonton setia ketika pasangan Anda sedang mengerjakan pekerjaannya. Usahakan sebisa Anda untuk turut menyelesaikan pekerjaannya. Demikianlah, dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dalam rumah tangga beliau.
Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan,
كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا سَمِعَ الأَذَانَ خَرَجَ
“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sebagian pekerjaan istrinya, dan bila beliau mendengar suara azan dikumandangkan, maka beliau bergegas menuju ke mesjid.” (Hr. Bukhari)
Constance Gager, ketua studi sekaligus asisten profesor di Montclair State University, Montclair, New Jersey, mengadakan penelitian tentang hubungan perilaku suami-istri dengan keromantisan dalam bercinta. Ia mengelompokkan para suami yang menjadi objek penelitiannya ke dalam dua kelompok.
Kelompok pertama adalah suami-suami yang tidak peduli dan jarang membantu pekerjaan istri. Kelompok kedua adalah suami-suami yang sering turut serta dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga istri.
Hasilnya luar biasa! Suami di kelompok kedua, yaitu yang sering membantu pekerjaan istrinya, terbukti lebih romantis dan lebih sering memadu cinta dengan pasangannya. Hubungan yang harmonis dan indah, begitu kental dalam rumah tangga mereka.
Sejatinya, penemuan ini bukanlah hal baru, karena secara logika, suami yang dengan rendah hati membantu pekerjaan istrinya pastilah lebih dicintai oleh istrinya. Tentunya, ini memiliki hubungan erat dengan keromantisan suami-istri dalam bercinta.
Sebaliknya, istri yang peduli dengan pekerjaan suami, pun akan mengalami hal yang sama.
Nah, bagaimana dengan diri Anda, wahai Saudaraku?
Selamat membuktikan resep manjur ini! Semoga berbahagia, dan hubungan Anda berdua semakin romantis dan harmonis.
Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Wallahu a’lam bish-shawab.
Penulis: Ustadz Arifin Badri, Lc., M.A.
Artikel: www.pengusahamuslim.com
===
catatan kaki:
[1] Para ulama pensyarah hadits menjelaskan bahwa bubur daging adalah makanan paling istimewa di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih-lebih bubur daging mudah pembuatannya dan selanjutnya mudah pula menelannya.
sumber:
http://pengusahamuslim.com/belajar-islam/manajemen-qolbu/860-istriku-bukan-bidadari-tapi-aku-pun-bukan-malaikat.html

Sukses Menjadi Gagal


Orang-orang yang sukses telah belajar membuat diri mereka melakukan hal yang harus dikerjakan ketika hal itu harus dikerjakan, entah mereka menyukainya atau tidak.

Kesuksesan boleh diibaratkan sama dengan kesembuhan. Jika Anda sakit dan ingin sembuh, maka segala cara akan Anda tempuh. Termasuk minum obat yang pahit, merasakan sakitnya disuntik, bahkan mengeluarkan kocek yang tak sedikit untuk pengobatan Anda.
Intinya, Anda rela melakukan apapun juga, sekalipun itu tidak enak, untuk sembuh.
Seorang olahragawan yang ingin meraih juara harus rajin latihan. Seorang ibu yang ingin melahirkan bayinya harus melewati proses persalinan yang menyakitkan. Seorang siswa yang ingin lulus harus melewati ujian terlebih dulu.
Kesuksesan lahir justru dari proses yang tidak enak. Jika Anda menolak hal-hal yang menimbulkan sengsara, maka berarti Anda menolak yang namanya kesuksesan.
Bila Anda tidak suka menyapu, maka jangan berharap untuk memiliki rumah yang bersih. Jika Anda tak mau bekerja lebih keras, maka jangan harap Anda akan naik jabatan.
Ada harga yang harus dibayar untuk memperoleh yang namanya kesuksesan...dan seringkali harganya itu mahal, perjuangannya itu berat, kesulitan yang menghadang itu besar.
Apakah Anda akan menyerah? Seorang yang mudah menyerah sangat dekat dengan kegagalan.
Jangan mudah menyerah! Jika Anda tidak suka, lakukan saja jika hal itu memang harus dilakukan. Jangan terlalu mengenakkan ego kenyamanan Anda! Jika Anda jatuh, maka bangkitlah lagi, jangan terpuruk dalam kegagalan dan rasa mengasihani diri sendiri.
Ayo, kesuksesan ada dalam genggaman Anda jika Anda mau melakukan hal yang Anda tidak ingin lakukan dan menaklukkan ego Anda.
Kesuksesan berarti tekun melakukan yang harus dilakukan

Minggu, 07 November 2010

Jalur Cepat Jadi Entrepreneur


Janganlah Anda menaruh telur dalam suatu keranjang, kalau tergunjang dan jika semua telur pecah, hilang semua harapan tanpa sisa. Dalam konteks entrepreneur, petuah itu bisa dijabarkan menjadi janganlah menaruh harapan pada satu usaha. Seorang pengusaha akan semakin diakui kepiawaiannya bila sudah berhasil membuka usaha dan berjalan mulus, pikiran untuk merintis usaha kedua, ketiga dan keempat. Janganlah puas untuk mempunyai satu perusahaan sebagai satu-satunya sumber penghasilan saja.

Bisnis itu seperti roda, kadang di atas, kadang pula dibawah. Seiring berjalannya waktu, tak semua jenis usaha bisa bertahan dan langgeng. Untuk itu sebagai back uo sangat dianjurkan seorang pengusaha merintis usaha tanpa harus memikirkan, ada kaitannya antara usaha baru dengan usaha sebelumnya. Sebagai business owner, sebaliknya pengusaha itu tidak perlu focus pada usahanya. Memang saat perintisan usaha, focus memang perlu, tapi setelah usaha berjalan dan para staf atau manajer bisa menjalankannya, pemilik tak perlu focus memikirkan masa depan usaha itu, lebih baik memikirkan ide untuk membuka usaha baru lainnya. Semakin banyak usaha baru yang bisa dibuka semakin banyak lapangan kerja bisa tersedia dan tenaga yang bisa di tampung pun semakin banyak.

Yang tak kalah penting, apapun dalam bisnis hendaknya terus mengembangkan konsep melayani lebih banyak orang. Oleh karena dengan semakin banyaknya orang yang bisa dilayani, bisa ditebak, akan semakin banyak rezeki yang bisa kita petik. Kalau kita melayani ratusan orang yang bisa kita layani lewat usaha kita, maka miliaran rupiah bisa kita peroleh, begitu seterusnya, jadi jangan lelah melayani karena itu akan berbanding lurus dengan rezeki.

Jangan lupa, kalau sudah banyak rezeki banyak pulalah beramal. Jangan berfikir negative pada para peminta sumbangan yang datang, justru kita diingatkan untuk menyumbang. Bahkan boleh ditafsirkan, menyumbang itu ibarat seorang pengusaha yang sedang belajar berinvestasi, memberikan dana tanpa berfikir kepastian. Itu tanda kita berani mengambil resiko, itulah yang menjadi ciri entrepreneur sejati.

Kecerdasan Emosional Penting Bagi Enterpreneur



Orang Jawa idiom tepat untuk melukiskan pentingnya Kecerdasan Emosional, terutama dalam melakukan sesuatu untuk mewujudkan keingingan atau impian. Ngundung, artinya melakukan suatu tindakan dengan keteguhan hati. Jadi, kalau kita sudah Ngundung, sesuatu yang kita yakini bakal tercapai dengan mengedepankan intuisi atau optimisme dalam bertindak akan membuat sesuatu yang semula kita angankan benar-benar menjadi kenyataan atau cepat terwujud. Kebiasaan untuk selalu Ngundung sangat penting bagi seseorang Entrepreneur dalam memulai atau mengembangkan bisnis. Oleh karena dengan demikian seorang entrepreneur akan lebih sering memaksimalkan peran otak kanannya ketimbang hitungan-hitungan rasional yang hanya membuat kita mendeg dan takut melangkah.

Kembali dalam budaya Jawa ada pepatah, rawe-rawe rantas, malang-malang tuntas, yang boleh ditafsirkan bahwa jika kita sudah yakin pada pilihan dan langkah kita dalam hidup, apa pun yang terjadi untuk mencapainya kita harus bersikap optimis maju terus pantang mundur. Dengan mengedepankan kecerdasan emosi kita dan lebih menggunakan otak kanan, kita akan menjadi orang yang pemberani, karena memang hanya orang yang pemberani yang sukses menjadi Entrepreneur.

Sejak kita sekolah, kita cenderung diarahkan selalu menggunakan otak kiri dan kita pun terbentuk menjadi pribadi yang selalu berfikir lurus dan serba linear, urut. Sehingga, meskipun pandai, kita tidak akan pernah jadi orang yang berani, selalu berhitung dan selalu takut melangkah. Yang pasti, keberanian seorang Entrepreneur untuk membuka usaha itu sama dengan keberanian menghadapi resiko. Kalo kita selalu berhitung dan mengedepankan otak kiri, resiko akan selalu dilihat sebagai bahaya, karena itu harus dijauhi, tetapi kalau dengan pandangan otak kanan, maka risiko itu justru sebuah peluang meraih rezeki. Oleh kerena itu harus didekati. Risiko besar maka peluang rezekinya pun besar, tapi kalo resikonya kecil jelas rezekinya pun kecil, itu hal yang pasti.

Guru Hadi atau Abdul Hadi bin KH. Ismail (1909-1998)

  H. Abdul Hadi (1909-1998) Guru Hadi atau Abdul Hadi bin KH. Ismail dilahirkan pada tahun 1909 M di Gang Kelor Kelurahan Jawa, Manggarai Ja...