Selasa, 23 November 2010

RAYUAN SETAN MENJERAT WANITA



Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai

macam strategi, dan yang sering dipakai adalah

dengan memanfaatkan hawa nafsu(Nafs), yang

memang memiliki kecenderungan mengajak

kepada keburukan (ammaratun bis su ’). Setan tahu

persis kecenderungan nafsu kita, dia terus

berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah

ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau

pakaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.



I. MENGHILANGKAN DEFINISI HIJAB

Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para

wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab

(penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia

hanya sekedar pakaian atau mode hiasan bagi para

wanita. Jadi tidak ada pakaian syar ’i, pakaian ya

pakaian, apa pun bentuk dan namanya.

Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah,

atau kebudayaan manusia telah berganti, maka

tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian

pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri

ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri

dengan pakaian penduduknya, apapun yang
mereka pakai.

Berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan,

bahwa hijab adalah pakaian syar ’i (identitas
keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan

sekedar mode. Biarpun hidup kapan saja dan di

mana saja, maka hijab syar ’i tetap dipertahankan.
Apabila seorang wanita masih bertahan dengan

prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan
strategi yang lebih halus. Caranya?

Pertama, Membuka Bagian Tangan
Telapak tangan mungkin sudah terbiasa terbuka,

maka setan mem-bisik kan kepada para wanita

agar ada sedikit peningkatan model yakni

membuka bagian hasta (siku hingga telapak
tangan). “Ah tidak apa-apa..teu nanaon! kan masih

pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan

setan. Dan benar sang wanita akhirnya memakai

pakain model baru yang menampakkan

tangannya, dan ternyata para lelaki yang melihat

nya juga biasa-biasa saja. Maka setan berbisik, ”
Tuh tidak apa-apa kan?


Kedua, Membuka Leher dan Dada

Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan,

maka datanglah setan untuk membisikkan hal baru

lagi. “Kini buka tangan sudah lumrah, maka perlu
ada peningkatan model pakaian yang lebih maju


lagi, yakni terbuka bagian atas dada kamu. ” Tapi

jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya

sekedar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar

tidak gerah. Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli,
sebab hanya bagian kecil saja yang terbuka.

Maka dipakailah pakaian model baru yang terbuka

bagian leher dan dadanya dari yang model
setengah lingkaran hingga yang model bentuk

huruf “V” yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi
bagian sensitif lagi dari dadanya.

Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang
Setan berbisik lagi, “Pakaian kok hanya gitu-gitu

saja, cari model atau bahan lain yang lebih bagus!

Tapi apa ya? Sang wanita bergumam. “Banyak
model dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya

dibuat yang agak ketat biar lebih enak dipandang,”
setan memberi ide baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah model pakaian

yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan.
“ Nggak apa-apa kok, kan potongan pakaiannya

masih panjang, hanya bahan dan modelnya saja

yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin, ”

begitu dia menambahkan. Walhasil pakaian
tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita

muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan

transparan, maka jadilah mereka wanita yang

disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat ‘ariyat

(berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit

Setelah para wanita muslimah mengenakan

busana yang ketat, maka setan datang lagi. Dan

sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru


yang sepertinya segar dan enak, yakni dibisiki

wanita itu, “Pakaian seperti ini membuat susah

berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa nggak

sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati

paha ?” Dengan itu kamu akan lebih leluasa, lebih
kelihatan lincah dan enerjik!”
Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar

dengan dibelah mulai bagian bawah hingga lutut
atau mendekati paha ternyata membuat lebih enak

dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik

ke jok mobil. “Yah tersingkap sedikit nggak apa-apa
lah, yang penting enjoy,” katanya.
Inilah tahapan awal setan merusak kaum wanita,

hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan

panjang, hanya model, corak, potongan dan

bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab

syar ’i yang sebenarnya. Maka kini mulailah setan

pada tahapan berikutnya.


II. TERBUKA SEDIKIT DEMI SEDIKIT



Kini setan melangkah lagi, dengan trik dan siasat

lain yang lebih ampuh, tujuannya agar para wanita
menampak kan bagian aurat tubuhnya.
Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit.

Setan Berbisik kepada para wanita, “Baju panjang

benar-benar membuat repot, kalau hanya dengan
membelah sedikit bagiannya masih kurang leluasa,

lebih enak kalau di potong saja hingga atas mata
kaki. ” Ini baru agak longgar. “Oh ada yang

kelupaan, kalau kamu bakai baju demikian, maka
jilbab yang besar tidak cocok lagi, sekarang kamu

cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan gaul, toh

orang tetap menamakannya dengan jilbab. ”
Maka para wanita yang terpengaruh dengan

bisikan ini buru-buru mencari model pakaian yang

dimaksudkan. Tak ketinggalan sepatu hak tinggi,

yang kalau untuk berjalan mengeluarkan suara
yang menarik perhatian orang.

Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh
Betis

Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan
ternyata orang-orang yang melihat juga tidak

begitu peduli. Maka setan kembali berbisik,

“ Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa

yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak

bereaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang.

Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka

cobalah kamu cari model lain yang lebih enak,

bukankah kini banyak rok setengah betis dijual di

pasaran? Tidak usah terlalu mencolok, hanya
terlihat kira-kira sepuluh senti saja.” Nanti kalau

sudah terbiasa, baru kamu cari model baru yang
terbuka hingga setengah betis. ”

Benar-benar bisikan setan dan hawa nafsu telah

menjadi penasehat pribadinya, sehingga apa yang

saja yang dibisikkan setan dalam jiwanya dia turuti.

Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat

separuh betisnya kemana saja dia pergi.
Ketiga, Terbuka Seluruh Betis


Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah
berubah, setan telah berhasil membalikkan

pandangan jernihnya. Terkadang sang wanita

berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di
masa Nabi dahulu. Namun buru-buru bisikan setan

dan hawa nafsu menyahut, “Ah jelas enggak, kan
sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu
para lelaki mengangkat pakaiannya hingga

setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi

dengan menjulurkannya hingga menutup telapak

kaki, tapi kini lain, sekarang banyak laki-laki yang

menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki,
maka wanitanya harus menyelisihi mereka yaitu

dengan mengangkatnya hingga setengah betis

atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak

seluruh betisnya. ”

Tetapi… apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum
laki-laki,” gumamnya. “Fitnah? Ah itu kan zaman


dulu, di masa itu kaum laki-laki tidak suka kalau
wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-


wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian
mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah
berbeda, kini kaum laki-laki kalau melihat bagian

tubuh wanita yang terbuka malah senang dan

mengatakan ooh atau wow, bukankah ini berarti
sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama

suka? Lihat saja model pakaian di sana-sini, dari

yang di emperan hingga yang yang bermerek

kenamaan, seperti Christian Dior, YSL, Versace dan
semuanya menawarkan model yang dirancang

khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau
kamu tidak mengikuti model itu akan menjadi
wanita yang ketinggalan zaman. ”

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan

seluruh betis biasa dia kenakan, apalagi banyak
para wanita yang memakainya dan sedikit sekali

orang yang mempermasalahkan itu. Kini tibalah


saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari
siasatnya untuk melucuti hijab wanita.


III. Serba Mini


Setelah pakaian yang menampak kan betis menjadi

pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja,
maka datanglah bisikan setan yang lain. “Pakaian
membutuhkan variasi, jangan itu-itu saja, sekarang


ini modelnya rok mini, dan agar serasi rambut
kepala harus terbuka, sehingga benar-benar
kelihatan indah. ”
Maka akhirnya rok mini yang menampakkan
bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun

bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan,

terbuka bagian dada sekaligus bagian punggung
nya dan berbagai model lain yang serba pendek
dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka

ragam, ada pakaian pesta, berlibur, pakaian kerja,
pakaian resmi, pakaian malam, sore, musim

panas, musim dingin dan lain-lain, tak ketinggalan
celana pendek separuh paha pun dia miliki, model
dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya

telah dicoba.
Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk

dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan,
maka segalanya menjadi serba mungkin dan



diterima oleh manusia.
Hingga suatu ketika, muncul ide untuk mandi di

kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di
mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian
paling rawan saja yang tersisa untuk ditutupi,
kemaluan dan buah dada. Mereka

mengenakan pakaian yang sering disebut dengan

“bikini”. Karena semuanya begitu, maka harus ikut
begitu, dan na’udzu billah bisikan setan berhasil,

tujuannya tercapai, “Menelanjangi Kaum Wanita.”
Demikian halus, cara yang digunakan setan,


sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa
terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang

tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-

anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun,

segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan
berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah

menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita

untuk mengatasinya.
Membiarkan mereka membuka aurat berarti
merelakan mereka mendapatkan laknat Allah,

kasihanilah mereka, selamatkan para wanita
muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam

kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia

maupun di akhirat.




Wallahu a’lam bis shawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guru Hadi atau Abdul Hadi bin KH. Ismail (1909-1998)

  H. Abdul Hadi (1909-1998) Guru Hadi atau Abdul Hadi bin KH. Ismail dilahirkan pada tahun 1909 M di Gang Kelor Kelurahan Jawa, Manggarai Ja...