Minggu, 31 Oktober 2010

Kisah sang pemakai narkoba dan kehidupan malam


ektacyTampak dari luar pagar seperti rumah yang cukup besar dan ekslusive. Aku memasuki rumah yang cukup besar dengan gerbang yang di tutup bila siang hari. Sore itu cukup sepi dan kulihat hanya satu mobil yang parkir di dirumah tersebut. di halaman depan dekat gerbang ada tenda, ya seperti warung nasi goreng dan tentunya beragam menu spesisial. aku sudah lupa menu2nya. Tapi yang jelas dari kisaran harga diatas rata2 harga warung tenda lainnya. Aku seperti memasuki sebuah benteng kerajaan ya sebuah lorong dan ada lapangan bulutangkis di dalamnya ternyata. Ada seperti kost2 san 2 tingkat namun untuk ukuran mahasiswa sepertinya cukup besar.Kost2 san ini terdiri 2 tingkat dan cukup banyak kamar-kamarnya. Dari lantai 2 kulihat seorang perempuan dengan pakaian seadanya melihat kearahku,seperti memandang ingin tahu , siapa yang datang.Ya perempuan tersebut terlihat memang cantik, aku hanya melihat sekilas saja.Kuketuk pintu kost tersebut dengan pelan2 dan ternyata memang tampak 3 orang ada didalam kamar. Seorang wanita dan 1 orang anak berumur 5 tahun dan satu orang laki2 berumur ya 25 tahunan. Sang perempuan ternyata Istrinya itu tiba2 pamit dan akan pergi bekerja, maklumlah pekerjaan seorang wanita malam .Ia sebut saja heni bekerja di salah satu karaoke yang cukup tersohor di kota P ia sebagai pemandu karaoke. Sang suami adalah mantan pemakai narkoba dan pernah juga sebagai pengedar dan sempat mendekam masuk bui karena hal tersebut.

Waktu telah magrib kamipun sholat, setelah itu dilanjutkan bincang2 kami. Aku berbicara layaknya seorang psikolog.sang laki2 ini bernama rio. Ia bercerita tentang kisah hidupnya saat ini. Setelah keluar dari penjara ia hanya bisa bekerja jadi sopir angkutan luar kota bahkan luar propinsi. Namun kehidupan rio biasa serba ada, maklumlah ia dari keluarga berada. dan terbiasa hidup serba kecukupan sehinga bekerja sebagai sopir tidak mencukupi. walaupun secara kasat mata sebenarnya bisa cukup. Namun ia keluar dari kerjaan.karena tak mencukupi.

Aku bertanya saat ini apa pendapatannya, selain masih di subsidi dari ortunya untuk bayar kost dan ia menjadi semacam penadah Hamdphone bagi orang2 yang sedang sakau dan keuntungannya cukup besar.Hp yang saat itu harga Secondnya bisa 1.5 jt bisa ia tadah hanya dengan 500 ribu dan dia jual 1 jt – 1.5 jt. Wah gede juga neeh untungnya. maklumlah namanya juga orang lagi sakau. biasa kepepetduit. jadi berapa aja juga dijual yang penting bisa beli putau, ektacy,sabu dan sejenisnyalah.

Rio adalah suami ketiganya bagi heni sang istri. Ia menikah karena ga ada tempat mengadu, curhat dan bertemulah ia di tempat hiburan Aku sempat bertanya emang orang mana aja yang kost2 di sini tanyaku. wah disini lengkap ada Istri simpanan pejabat, ada wanita pangilan dan rata2 orang pekerja di dunia malam.Bahkan kadang – kadang perempuan2 itu acap kali mengoda rio.Pantesan ketikaku masuk Sinyal hatiku sudah terasa hawa yang tidak seperti biasa. Jadi kalo Istri kerja malem gini ngapain kutanya lagi. Ya terpaksa aku nyoba sedikit hanya untuk mengisi waktu dari pada bete katanya lagi. Anaknya yang berumur 5 tahun tiba-tiba menimpali, papi kalo malem2 sering geleng-geleng kepala. Ngapain tuh geleng2 kepala.

Sahabat … cukup sulit orang mau berubah rupanya kita seringkali meremehakan orang2 tersebut dan kita sering meyalahkan dengan mudahnya namun apa , apa yang telah kita perbuat. ga ada yang kita kerjakan. Merekapun kadang tidak mau berubah karena bagi mereka cukup enjoy, dan kawan2 kita ini tidak mau keluar dari lingkungannya. dan niat mereka terkadang turun naik.Apalagi bila punya Istri yang sama dunianya. Ya setali tiga uanglah. Moga kita terhindar dari hal-hal seperti ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guru Hadi atau Abdul Hadi bin KH. Ismail (1909-1998)

  H. Abdul Hadi (1909-1998) Guru Hadi atau Abdul Hadi bin KH. Ismail dilahirkan pada tahun 1909 M di Gang Kelor Kelurahan Jawa, Manggarai Ja...