Senin, 11 Oktober 2010

Motivasi ~ Jangan kamu buang percuma Usiamu / waktu hidupmu


oleh Taufik Hidayat pada 12 Oktober 2010 jam 10:01

Seandainya saya memberikan kepada setiap orang, termasuk anda, modal berupa uang sebesar 24 dinar setiap hari, lalu saya mengharuskan agar uang itu anda habiskan dalam hari itu juga tanpa boleh tersisa sepeserpun, akan anda gunakan untuk apa uang pemberian saya itu?

Sebagian orang mungkin akan menghabiskan uang itu untuk membeli berbagai keperluan dirinya seperti makanan, pakaian, perhiasan atau apapun. Bahkan mungkin tidak sedikit yang akan menggunakan uang itu untuk bersenang-senang dan berfoya-foya. Itu terserah saja.

Begitulah perumpamaan waktu yang Allah berikan kepada kita. Setiap kita diberikan modal berupa waktu 24 jam sehari untuk kita gunakan sampai habis. Jatah waktu hari ini harus kita habiskan hari ini juga, sebab jatah waktu tersebut tidak bisa kita tabung untuk esok hari.

Akan tetapi Allah akan meminta tanggungjawab kita terhadap waktu yang telah Dia berikan. Setiap detik yang kita gunakan, kelak akan ditanyakan kepada kita. Untuk apa saja kita habiskan, untuk kebaikankah atau untuk kejahatan? Sudahkah kita memaksimalkan waktu atau bahkan menyiakan dan membiarkan waktu hilang begitu saja tanpa makna?

Semua yang hilang dapat dicari kembali. Tetapi waktu yang telah hilang, tak akan pernah kembali lagi. Waktu adalah uang, times is money, begitu kata pepatah. Tentu kita tak rela bila orang lain mencuri uang kita bukan? Namun ironisnya, seringkali kita membiarkan orang lain mencuri waktu kita. Padahal waktu jauh lebih berharga daripada uang.

Coba kita hitung, membuang waktu 30 menit sehari sama dengan membuang waktu 26 hari dalam setahun. Menghabiskan waktu 2 jam sehari di depan televisi, sama saja dengan membuang waktu 3,5 bulan dalam setahun. Bayangkan, umur kita bertambah tua, amal kita tidak bertambah, malah dosa kita semakin banyak.

Karena itu, ambillah waktu untuk beribadah, karena ia sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk bekerja, karena ia adalah harga kesuksesan. Ambillah waktu untuk membaca, karena ia merupakan pangkal kebijaksanaan. Namun jangan sekali-kali melalaikan waktu, karena ia sumber dari segala kerugian.

Hendaklah kita ingat! Waktu adalah kehidupan. Karena itu, kejahatan terbesar di dunia ini adalah membunuh waktu dengan kesia-siaan.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh.” (QS. al Ashr ayat 1-3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Guru Hadi atau Abdul Hadi bin KH. Ismail (1909-1998)

  H. Abdul Hadi (1909-1998) Guru Hadi atau Abdul Hadi bin KH. Ismail dilahirkan pada tahun 1909 M di Gang Kelor Kelurahan Jawa, Manggarai Ja...